Jelajah Aduan

First slide
Laporan JCRIZ10L
Selesai BKPSDM

Keterlambatan Pengumuman Seleksi Administrasi PPPK Guru Kab. Purbalingga: Perubahan Jadwal?

Rabu, 04 Agustus 2021 11:57:40 WIB

Untuk pengumuman seleksi administrasi PPPK kabupaten Purbalingga - Guru - kapan bisa keluar? Karena jadwal pengumuman yang tersedia di website adalah 2-3 Agustus dan waktu sanggah adalah 4-6 Agustus... Sekarang sudah tanggal 4 Agustus tapi belum ada informasi hasil seleksi tersebut? Apa ada perubahan jadwal????

Penerimaan CPNS
Laporan A39STIR1
Selesai DINKES

Informasi Vaksinasi COVID-19 Remaja (12-17 Th) di Purbalingga Kidul

Rabu, 04 Agustus 2021 05:25:14 WIB

Mohon info vaksin untuk umur 12-17 tahun untuk adik saya.. saya warga purbalingga kidul.. di sini RT nya ga gerak nyari warga yg belum vaksin soalnya..

Covid-19
Laporan GS8HITAP
Selesai KECAMATAN BOBOTSARI

Usulan Bantuan Bansos: Pedagang Terdampak Pandemi & Kondisi Keluarga

Rabu, 04 Agustus 2021 03:03:09 WIB

Yth Bpk Camat Bbs, sy adl pedagang es disekolah Karangduren yg sejak pandemi tdk bisa jualan lagi krn sekolah ttp, sy juga termasuk data dtks. Tp kok sy tdk mendpt bantuan bansos selain yg lewat rek yg dr kemensos sebanyak 3X itu ( thn kmr) sdg org lain yg tdk kena dampak langsung msh dpt smp skrg? Bahkan yg lebih mampu dr sy pd dpt bansos. Bahkan sy juga baru selesai isoman dan hrs kehilangan ibu sy yg lumpuh sewaktu sy isoman krn terpapar sy. Selama hidup ibu sy sama sekali tdk dpt bantuan apapun beliau sdh umur 73thn dan lumpuh. Mohon kebijaksanaan n pertimbangan Bpk Camat krn sy mengadu ke desa hanyalah sia-sia, terima kasih

Bansos COVID
Laporan 67G52NQ
Selesai KESEJAHTERAAN SETDA

Permohonan Bantuan Pembangunan Pondok Pesantren di Desa Kertanegara

Selasa, 03 Agustus 2021 13:18:28 WIB

Assalamu'alaikum wr wb. Selamat malam, Salam hormat Ibu Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi. Ijin bertanya; Sehubungan dengan lagi dibangunnya Pondok Pesantren yang terletak di Desa Kertanegara Kecamatan Kertanegara, yang sekarang dalam masa keadaan masih dibangun dan sudah menghabiskan waktu 1 tahun lebih belum juga selesai. Dikarenakan terhambat oleh masalah biaya, karena biaya dalam pembangunan Pondok Pesantren menggunakan uang iuran dari warga setempat dan donatur dari sebagian orang. Dan itu belum juga mencukupi. Untuk itu saya sebagai pemuda setempat ijin bartanya, apakah Ibu Dyah Hayuning Pratiwi selaku Bupati Purbalingga berkenan meringankan tangannya untuk ikut membantu dalam pembangunan Pondok Pesantren? Pondok Pesantren tersebut merupakan tempat mengajar dan mendidik para santri untuk memperdalam ilmu keagamaan. Menanamkan benih-benih ajaran Islam kepada para generasi muda. Agar nantinya bisa terhindar dari ajaran radikalisme yang sekarang sudah marak di berbagai tempat. Santri-santri InsyaAllah dapat menghiasi Kabupaten Purbalingga. Amiinn Adapun harus mengikuti langkah-langkah nya, InsyaAllah saya siap mengikuti. Terimakasih. Wassalamu'alaikum wr wb.

Keagamaan
Laporan CI789DP3
Selesai DINKES

Laporan: Penanganan Pasien COVID-19 di RSU Harapan Ibu Purbalingga

Selasa, 03 Agustus 2021 07:47:59 WIB

Pak gubernur, bu bupati. Kulo bade matur. Bapak kulo pasien covid 19 teng rsu harapan ibu purbalingga. Mlebet dinten jumat 30 juli, jumat dalu teng ruang isolasi. Ten mriku terlantar. Bade nyuwun minum mboten enten sing dateng perawate. Mboten enten sing nyeka, mboten enten sing nganter teng kamar mandi, mboten enten sing dulang. Bapak kulo pun lemes bgt, sesek, mboten saged mlampah. Sewengi2 nafas sesek. Sabtu enjing 31 juli bapak kulo kritis. Kulo bade dampingi mboten diperbolehkan rumah sakit harapan ibu. Pada hal kulo pun siap damel surat pernyataan, jika terjadi apa2 dengan saya, saya yang menanggung resiko.kulo pun ngadep kepala perawat RSU harapan ibu tapi tetep mboten diperbolehkan. Terose menawi mboten taat peraturan ken mados rumah sakit liane. Akhire sabtu jam 10 pagi. Bapak kulo sedo mboten enten sing dampingi. Padahal pas bapak kulo kritis, tesi saged wa kulo ken cepet mlebet rsu harapan ibu. Astagfirullah (penderitaan pasien covid di rumah sakit)

Covid-19
Laporan 8XQKDTRZ
Selesai DINPENDUKCAPIL

Pelayanan Dukcapil Online Purbalingga: Warga Kecewa, Akses Terbatas, Perlu Evaluasi

Selasa, 03 Agustus 2021 06:49:02 WIB

Pak ganjar saya warga purbalingga, saya baru datang ke dukcapil dan ternyata pelayanan di alihkan ke online semua Beberapa warga ada yang kecewa pak pas datang ke dukcapil ketika tau pelayanan di alihkan ke online Termasuk saya juga kecewa Saya saja yang punya hp dan internet masih bingung jika harus mengajukan pelayanan Bagaimana kalo ada warga yang ndak punya hp dan internet untuk bisa mendapatkan pelayanan dukcapil ?? Pasti mereka sangat kebingungan dan gak bisa berbuat banyak nanti ujungnya mbayar orang yang punya koneksi untuk ngurus surat surat Tadi saya ke dukcapil di tulis semua pelayanan di alihkan ke online Di buka aplikasinya pun gak optimal , ketika di lakukan pencarian gak ada keluar data yang di cari Kalau mau meminimalisir tatap muka ketika pelayanan dan menghindari bkerumunan harusnya di bagi , yang di suruh masuk bergiliran kalo gak 5 dulu atau 10 dulu yang di layani,, nanti itu sudah selese di panggil lagi 5 atau 10 lagi di suruh masuk begitu pak,, Jangan di tutup total tidak ada pelayanan dan di alihkan ke online semua..sudah pasti warga gak siap dan gak mampu untuk memproses lwat online,,,bingung pak caranya Apalagi orang ke dukcapil kan biasanya data dan surat surat yang falid sangat di butuhkan mendesak Mohon pak di evaluasi lagi kalo lewat online warga pada belum siap pasti ???????????? Terima kasih pak ganjar (diteruskan dari laporgub.jatengprov.go.id https://laporgub.jatengprov.go.id/main/detail/89762.html#.YQjmt44zYdU)

Administrasi Kependudukan (Akta lahir, Akta kematian, KK, KTP)
Laporan T2NQGQ3Y
Selesai DINSOSDALDUKKB3A

Ralat Penerima Bantuan: Janda Terdampak COVID-19 di Limbangan Belum Terdata

Selasa, 03 Agustus 2021 04:37:14 WIB

Tolong diralat lagi penerima bantuan di desa limbangan kecamatan kutasari kabupaten purbalingga,, saya merasa tidak ada keadilan soalnya saya janda anak 1 tidak pernah mendapat bantuan apa apa, sedangkan saya terdampak covid 19 (diteruskan dari laporgub.jatengprov.go.id https://laporgub.jatengprov.go.id/main/detail/89659.html#.YQjHzo4zYdU)

Bansos COVID
Laporan X28NA7WK
Selesai DINKES

Percepatan Vaksinasi & Akses Layanan Kesehatan Mendesak di Desa (Purbalingga)

Selasa, 03 Agustus 2021 02:32:20 WIB

Pak Gubernur saya mohon ada percepatan vaksinasi sampai ke desa desa. Memang banyak yang masih takut, tetapi dengan sosialisasi yang terus menerus maka masyarakat pasti jadi paham Banyak masyarakat yang memiliki gejala covid seperti sesak napas tetapi bingung mau dibawa kemana. Contoh dari tempat saya, desa Makam kecamatan Rembang kabupaten Purbalingga, dari rumah ke rumah sakit itu sekitar 35km. Sesampainya di rumah sakit penuh. Tolong pak Ganjar..percepat vaksinasi di desa desa u tuk mengurangi korban jiwa. (diteruskan dari laporgub.jatengprov.go.id https://laporgub.jatengprov.go.id/main/detail/89645.html#.YQiqh44zYdU)

Covid-19
Laporan 9F0IJJR
Selesai DINKES

Penolakan Swab di Puskesmas Kalimanah: Pelayanan Tutup Pukul 10.00, Jam Kerja?

Senin, 02 Agustus 2021 04:03:33 WIB

saya mengantar teman saya yang ingin swab di puskesmas kalimanah, ditolak puskesmas dengan alasan dari pihak puskesmas mengatakan pelayanan tutup jam 10. padahal kantor puskesmas tutup jam 2.itu maksudnya gimana ya ?? kerja cap apa jam 10 sudah selesai ? kaya anak TK saja padahal ini juga utk kepentingan masyarakat banyak, teman saya sudah niat baik atas inisiatif sendiri mau swab malah ditolak.

KESEHATAN
Laporan DLIJT52J
Selesai RSUD

Berikut beberapa pilihan judul singkat untuk laporan tersebut: * Layanan COVID RSUD Goeteng: Keluarga Pasien Kewalahan * Penanganan COVID di RSUD Goeteng: Laporan Keluarga Pasien * RSUD Goeteng: Keluarga Pasien COVID Merawat Sendiri? * Keluarga P

Senin, 02 Agustus 2021 01:12:10 WIB

Teruntuk Bapak Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Saya mau bertanya pada bapak tentang penanganan pasien covid di rumah sakit. Senin malam ke 2 orang tua saya masuk IGD di RSUD Goeteng Purbalingga. Krn kondisi saturasinya naik turun. Selasa pagi, ke 2 orang tua saya dipindahkan ke ruangan. Saya pikir kondisi bapak ibu saya sudah membaik. Ketika masuk ruang Flamboyan, saya mendapati ruangan yang tidak nyaman untuk ditempati seorang pasien ( menurut saya ). Lantai kotor, ada sampah2 plastik dan berdebu. Kamar mandi dalam kamar juga sangat tidak terurus, sangat kotor, bau. Baskom tempat siben pasien dilantai dan ada air nya yg banyak jentik2nya. Begitu juga dipispot ( unt wanita ) ada bekas air kencing dan juga ada jentik2 nya.Rencana saya jaga ke 2 orang tua saya berdua dengan tantenya, tetapi setelah kami ( yg jaga ) dimintai KTP, perawat bilang yang jaga 1 saja. Saya berpikirnya saya bisa mengurus ke 2 org tua saya, akhirnya tante saya pulang. Dan kita yg jaga pasien covid yg merawat pasien, bukan perawat. Karena kita diajari cara ganti oksigen kalau habis, buang air seni dari kateter, kalau infus habis kita dijari cara matikan. Dan kita para penunggu pasien covid tidak bisa keluar2 Krn kita DI COVID kan sekalian. Kalau ada masalah kita cukup tlp perawat. Kita tdk bisa ke ruang perawat karena pintu antara bangsal2 pasien dan ruang perawat ditali. Tapi saat saya tlp perawat krn ibu merasa oksigennya tdk segar tdk seperti di IGD, jwban perawat cuma " tidak apa2 memang begitu, kita disini juga mantau, ibu kan sdh bawa alat oxymeter sendiri nanti hasilnya laporkan kita saja" Apakah itu jwbn yg menenangkan? Saya bingung tapi saya berusaha kuat, karena saya harus menguatkan ke 2 org tua saya. Jadi pandangan saya tdk pernah lepas dr oksigen,infus,kateter. Disamping itu saya juga tetap harus menyuapin ke 2 orang tua saya, memijitin dll bergantian. Saya ttp harus cek saturasi ke 2 org tua saya. Ruangan juga sangat panas. Saya penunggu pasien hanya di beri makan nasi bungkus. Kita tdk diberi vitamin atau suplemen apa pun, apalagi kita dilengkapi APD. Jujur saya kewalahan, capai tp saya tdk mau memperlihatkan itu di dpn ke 2 org tua saya. Ke 2 org tua saya sampai bilang, istirahat dulu,duduk dulu. Saya sempet duduk sebentar saat saya makan. Krn saya harus kuat dan sehat wlpn saat itu saya sebenarnya sedang sakit, karena saya harus merawat org tua saya. Sekitar jam 02.30 ibu mulai merasakan perutnya sakit sekali, saya coba kasi minyak kayu putih tp ibu makin merasakan sakit. Akhirnya saya keluar unt tlp perawat, jwbn nya cuma iya kita siapkan obtnya dulu. Saya tunggu sampai 1 jam blm dtg, saya coba tlp lagi dan jwbn nya masih sama kita siapkan obatnya. Saya sebenarnya sdh mulai emosi tp saya tdk bisa berbuat apa2. Dan ada sesama penunggu pasien covid dlm ruangan itu yg bilang ke saya ' kalau belum jam nya memang ndak mau DTG MB, Krn mrk kan pakai APD yg 1x pakai" Saya makin bingung, tp saya berusaha tenang didpn ke 2 org tua saya yg mulai gelisah. Akhirnya saya coba kasi air hangat dlm botol, lalu saya taruh perut ibu saya, tp ttp masih sakit. Di satu sisi bapak saya mau baung air kecil saya bantu bapak Krn bapak tdk boleh turun2 dulu. Wlpn sebenarnya bapak saya tdk biisa pakai pispot dan malu sama saya. Setelah itu saya fokus lagi ke ibu Krn SDH tdk tahan bgt dengan sakitnya. Saya coba tlp lagi dan jwbn nya masih ttp sama. Saya hampir saja menangis Krn kebingungan harus bgmn. Ada ibu2 yg sama2 jaga pasien coba bantu tlpkan kan perawat krn kasian melihat saya ganti2 mengurusi ke 2 org tua saya. Akhirnya perawat datang pk 17.00 dan ibu saya lgs diberi 5 suntikan obat. Sambil di cek saturasi ibu saya dan tensi. Saturasi ibu saya 74 tensi 158 suhu 37,2. Lalu perawat cek saturasi 91 suhu sekitar 39 lebih. Ibu masih kesakitan dan merasa oksigennya tdk segar. Saya teriak panggil perawat yg masih didepan, Perawat masuk cek saturasi ibu sudah sangat ngedrop di kisaran 50. Saya sdh bingung dan lemas. Perawat bilang sebenarnya dg kondisi saturasi ibu rendah gini harusnya diruang isolasi, tp Krn ruang isolasi penuh makanya kita tempatkan di sini. Lalu perawat bilang ini kita kasi double oksigen. Setelah dipasang double oksigen ibu langsung lemas dan matanya sdh tertutup seperti org mengantuk, badan sudah dingin semua. Saya mau menjerit,teriak menangis tapi saya tdk mau Krn saya tdk ingin bapak saya nantinya ngedrop. Dan akhirnya saturasi hanya garis lurus, tensi eror. Tapi ibu masih bernafas wlpn pelan, saya hanya bisa bisikkan kekuatan buat ibu. Pasien keluar buat ambil alat. Disaat itulah saya lihat ibu SDH tdk bernafas. Tp saya tetep memeberi semangat ibu, saya masih punya harapan ibu saya tertolong. Saat perawat datang unt pasang alat ditangan lama sekali, berkali-kali salah diulang2 terus. Saya pikir kenapa tdk dibawakan alat picu jantung? Tp alat unt cek jantung, tdk usah dicek alat itu saya sdh tau ibu saya sdh tidak ada. To saya harus kuat unt bapak saya hanya itu yg saya pikirkan. Perawat bilang, ibu sdh tdk ada. Bapak saya tanya bgmn keadaan ibu. Saya hanya bisa bilang " bapak yg kuat ya, bapak ihklas, bapak harus tetap semangat dan sabar ibu sudah tidak ada" Bapak kaget, tp berusaha kuat. Wlpn saya tau dr wajah dan pandangannya kalau bapak sedih dan kehilangan campur aduk. Tp bapak bilang, bapak kuat bapak ndak apa2, bapak semangat. Lalu saya bilang, iya bapak harus kuat nanti kalau saturasi stabil bapak plg ke rumah aja ya, nanti dirawat dirumah aja. "Iya" jwb bapak saya. Krn saya badannya sudah sangat lemas dan ngedrop saya minta ijin ke perawat buat gantian adik saya yg jaga bapak wlpn awalnya kalau sdh jaga tdk boleh diganti dan keluar2. Saya ikut ambulans mengantar ibu ke makam dan diantar plg ke rumah. Adik saya yg mengganti saya jaga, saya ajari cara ganti oksigen, kalau infus habis dimatiin lalu tlp perawat. Pagi hari adik saya cerita sekitar jam 1 malam infus bapak habis, adik sudah matiin dan mencoba tlp perawat. Dan jwb perawat " ndak apa2 dimatiin saja, asal Ndak mencret ndak apa2. Soalnya infus yg itu sebenarnya sdh diperhitungkan cukup unt 1 hari. Jadi kita pasang lagi nanti pagi" Kita org awam sdh pasti bingung, kita berfikir kalau infus habis ya harus diganti kl tdk nanti ada apa2. Saya tanya ke adik semalem bapak diberi obat Ndak, soalnya sore itu habis dicek blm diberi obat padahal suhu bapak saya kisaran 39 keatas. Tidak ada perawat yg kasih obat. Saturasi bapak mulai naik turun lagi. Adik sempet tlp perawat, dan memang ada perawat datang tp tdk masuk ruangan hanya intip2 di jendela sambil bawa ogximetere. Padahal mereka dilengkapi APD, apa itu benar??? Tensi bapak mulai tinggi kisaran 200. Kondisi masuk RS bapak ibu saya sdh lemas, tdk ada nafsu makan. Dan ahkirnya 3 hari setelah ibu saya tidak ada, bapak menyusul ibu. Betapa hancurnya kami anak2nya. Yg mau saya tanyakan dan sampaikan ke bapak gubernur @Ganjar Pranowo : 1. Apakah memang seperti itu perawatan unt pasien covid di RS. Kita yg jaga yg merawat pasien tanpa diberi jaminan kesehatan dan keamanan Padahal perawat yg memakai APD lengkap, tapi DTG hanya pada jam2 tertentu dan hanya cek tensi,saturasi,suhu. Beri obat, beri makan 2. Kita yg jaga sudah tdk masalah dianggap juga positif ( di covid kan ) 3. Kalau kondisi kamar kotor dan sangat panas apakah bisa mempercepat kesembuah pasien 4. Apa memang perawat masuk ruangan jam2 tertentu saja dg alasan APD sekali pakai. Tdk peduli pasien mengeluhkan sakit atau bagaimana, kalau blm jam masuk mrk tdk akan masuk 5. Apa gunanya perawat memakai pakaian APD lengkap tp tdk mau merawat pasien,?? Dan kita keluarga yg tdk dilengkapi apa2 yg harus merawat pasien 5. Ada 2 pasien dalam 1 ruangan wlpn itu 1 keluarga, apa iya cukup 1 org yg jaga unt merawat Degan kejadian yg sudah saya alami ini saya merasa menyesal membawa ke 2 org tua saya ke RS, kalau ternyata penanganannya spt itu. Dan say dgn spt ini covid di Indonesia tdk akan selesai dan berakhir. Apakah diberita bnyk pasien yg meninggal krn penanganan spt itu?? Sebelumnya saya mohon maaf kalau ada kesalahan dalam menyampaikan pengalaman saya menjaga ke 2 org tua saya yg positif di RS ???? Saya mohon pencerahan dari bapak Ganjar Pranowo (diteruskan dari laporgub.jatengprov.go.id https://laporgub.jatengprov.go.id/main/detail/89459.html#.YQdGR44zYdU)

Covid-19
Laporan 7L2XF40
Selesai DINSOSDALDUKKB3A

PKH Grantung: Pemutusan Bantuan Tak Sesuai Kriteria?

Senin, 02 Agustus 2021 01:04:08 WIB

Desa Grantung kecamatan Karangmoncol, apakah bantuan PKH dapat diputus atau dihentikan? Padahal orangnya masih ada faktor yang tepat untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah. (diteruskan dari laporgub.jatengprov.go.id https://laporgub.jatengprov.go.id/main/detail/89344.html#.YQdEVo4zYdU)

Bansos COVID
Laporan 3BZO4D5E
Selesai DINKES

Vaksinasi Remaja: Laporan Kecamatan Kalimanah

Sabtu, 31 Juli 2021 10:28:49 WIB

Info vaksinasi kecamatan kalimanah untuk remaja ?

Covid-19